PEKANBARU//Sindo7 – Kapolsek Panipahan, Robiansyah, dicopot dari jabatannya usai aksi demonstrasi warga terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Selain itu, Kanit Reskrim Polsek Panipahan, Rahmat Ilyas, juga turut dicopot sebagai bagian dari evaluasi internal kepolisian.
Kapolda Riau, Herry Heryawan, menegaskan bahwa langkah tersebut diambil karena jajaran di tingkat Polsek dinilai belum optimal dalam menjaga kondusivitas wilayah, sehingga situasi sempat berkembang menjadi tidak terkendali.
“Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan,” ujarnya, Minggu (12/4).
Menurutnya, pencopotan ini merupakan langkah tegas institusi dalam merespons dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang berkembang di lapangan.
Lebih lanjut, Kapolda memastikan bahwa pihaknya telah bergerak cepat sejak awal kejadian. Kapolres Rokan Hilir bersama Wakil Bupati setempat diketahui turun langsung ke lokasi untuk meredam situasi dengan mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat berdialog.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya “cooling system” guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
“Kami bergerak cepat sejak awal, mengajak tokoh masyarakat untuk berdialog dan meredam situasi,” jelasnya.
Kapolda juga menyebutkan bahwa saat ini kondisi di Panipahan telah berangsur pulih dan aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Meski demikian, pengawasan dan langkah preventif tetap diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan.
Ia turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan.
Sebelumnya, ratusan warga Panipahan menggelar aksi unjuk rasa pada Jumat (10/4) sebagai bentuk protes terhadap maraknya peredaran narkoba di wilayah tersebut.
Aksi yang awalnya berlangsung damai itu berubah memanas setelah sebagian massa bergerak menuju rumah seorang pria yang diduga terkait peredaran narkoba. Massa melakukan perusakan hingga pembakaran, dengan jumlah massa yang sempat mencapai ratusan orang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius aparat, sekaligus mendorong evaluasi internal guna memastikan penanganan keamanan berjalan lebih optimal ke depan.
Rdks Mst















