Bentrokan Pecah di Lahan PT SAL Sarolangun, Warga SAD Serang Petugas Kebun

Bentrokan Pecah di Lahan PT SAL Sarolangun, Warga SAD Serang Petugas Kebun

Oplus_16908288
banner 120x600

SAROLANGUN,JAMBI//Sindo7.web.id – Dari video amatir berdurasi sekitar dua menit yang merekam kericuhan di area perkebunan kelapa sawit viral di media sosial. Insiden itu terjadi di wilayah kerja PT Sari Aditya Loka (SAL), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk, yang berlokasi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.

Dalam video tersebut, terlihat sekelompok warga Suku Anak Dalam (SAD) mengejar dan mengeroyok seorang pria yang mengenakan seragam hijau. Suasana di lokasi tampak mencekam, di mana beberapa warga terlihat menenteng senjata tajam dan benda tumpul.

Kepala Desa Bukit Suban, M Ramli, membenarkan keaslian video bentrokan tersebut. Ia mengatakan mendapat informasi langsung dari pihak perusahaan sekitar pukul 12.15 WIB.

“Saya ditelepon pihak perusahaan, diinformasikan ada konflik warga SAD merusak mobil kepala kebun. Untuk kronologi pastinya saya tidak tahu karena saya tidak berada di TKP,” ujar Ramli.

Saat kejadian, Ramli mengaku sedang bersiap untuk melaksanakan salat Jumat sehingga belum bisa menggali informasi lebih detail. Ia juga belum mendapat pembaruan lanjutan terkait kondisi warga SAD setelah insiden tersebut.

Menurut Ramli, insiden serupa bukan yang pertama kali. Konflik antara warga SAD dan PT SAL sudah pernah terjadi beberapa bulan lalu.

“Sekitar bulan Maret atau April lalu pernah bentrok juga antara warga SAD dengan petugas safety security dari pihak ketiga yang merupakan outsourcing perusahaan. Pemicunya karena penjarahan tandan buah segar milik perusahaan,” katanya.

Ia menilai keberadaan petugas keamanan di lapangan seringkali tidak diindahkan oleh warga SAD ketika beraktivitas di dalam konsesi perusahaan.

Pemerintah desa, lanjut Ramli, telah berupaya melakukan pendekatan persuasif untuk mencegah konflik berulang. Sosialisasi telah dilakukan kepada Tumenggung dan warga SAD agar dapat hidup berdampingan dengan perusahaan.

“Kami sudah berkali-kali melakukan edukasi dan merangkul warga SAD supaya tidak terjadi konflik dengan perusahaan. Tapi imbauan itu sepertinya tidak lagi diindahkan,” tutupnya.

Rdks mst

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!