DELISERDANG//Sindo7.web.id – Polresta Deli Serdang berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap nenek Nurlis (70) warga Dusun IV Desa Punde Rejo Kecamatan Tanjung Morawa yang ditemukan tewas di rumahnya, Jumat (31/7/2026).
Pelaku ditangkap setelah polisi mempunyai bukti-bukti lengkap, Senin (3/7/2026). Saat ini pelaku pun sedang menjalani pemeriksaan di ruang Unit 1 Satreskrim Polresta Deli Serdang.
Informasi yang dihimpun pelaku berinisial RF (23) dan merupakan anggota polisi berpangkat Bripda yang bertugas di Sabhara Polresta Deli Serdang.
Ia merupakan lulusan Bintara angkatan 2021. Di Januari 2027 rencananya ia akan diusulkan untuk naik pangkat menjadi Briptu.
Rumahnya hanya berjarak beberapa meter dengan rumah korban. RF juga merupakan anak dari seorang pensiunan polisi. Bapaknya disebut warga pernah menjabat sebagai Kapolsek Pakkat di wilayah Humbahas.
Kasat Reskrim Polresta Deli Serdang, Kompol Muhammad Isral yang dikonfirmasi membenarkan soal penangkapan RF ini. Namun demikian dirinya belum bersedia berkomentar banyak. Belum ada disampaikan apa motif korban melakukan pembunuhan.
“Iya benar sudah ditangkap. Benar personil (anggota polisi). Selebihnya sama humas ya,” kata Kompol Muhammad Isral.
Kepala Dusun IV Desa Punden Rejo, Hariadi yang diwawancarai mengaku sudah mendengar soal penangkapan RF ini. Ia mengaku pertama kali dikabarin oleh Bhabinkamtibmas. RF diamankan saat masih berada di kantornya.
“RF ini masih lajang, bapaknya orang Lubuk Pakam aslinya tapi tinggal di Punden Rejo sudah lama termasuk korban juga sudah puluhan tahun tinggal di sini. Malam itu (malam kejadian) kata yang lihat CCTV dia (RF) mondar mandir,” kata Hariadi.
Ironisnya, polisi dapat mengungkap kasus ini berkat rekaman CCTV di rumah RF.
Saat itu polisi curiga karena ada satu titik kamera CCTV yang mengarah ke rumah korban tapi dalam kondisi rusak. Sementara CCTV yang lain dalam posisi aktif.
Dari rekaman CCTV ini kemudian polisi mengintrogasi RF. Awalnya RF sempat berdalih namun setelah ditanyai lebih lanjut akhirnya mengakui perbuatannya.
Diketahui kalau selama ini orangtua RF menempatkan mobil pribadinya di ruang garasi rumah korban.
Sebelumnya, Kasi Humas Polres Deli Serdang Iptu JM Gabe Napitupulu mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui warga sekitar pada Jumat (31/7). Awalnya warga heran karena korban yang selama ini tinggal seorang diri tidak kunjung terlihat.
Karena penasaran, warga kemudian membuka rumah korban.
“Iya (Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah) di dalam rumahnya. Diduga korban pembunuhan. Korban tinggal seorang diri di rumahnya dan ditemukan dalam kondisi bersimbah darah,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (4/8/2026).
Personel Satreskrim Polres Deli Serdang yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan untuk menjalani pemeriksaan medis guna kepentingan penyidikan.
Rdks mst















