Krisis BBM di Sumut, Ronggur Raja Doli Pertanyakan Alasan 125 Sopir Tangki Dirumahkan

Krisis BBM di Sumut, Ronggur Raja Doli Pertanyakan Alasan 125 Sopir Tangki Dirumahkan

Oplus_16908288
banner 120x600

BINJAI//Sindo7.web.id – Anggota DPRD Kota Binjai dari Fraksi Partai Gerindra, Ronggur Raja Doli Simorangkir, mendesak dilakukan investigasi menyeluruh terhadap PT Pertamina dan PT Elnusa menyusul krisis distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU di Sumatera Utara. Ia menilai alasan terganggunya distribusi akibat dugaan fraud yang berujung pada dirumahkannya 125 sopir mobil tangki perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ronggur usai mengikuti rapat koordinasi yang berlangsung lebih dari dua jam bersama berbagai pihak untuk membahas persoalan distribusi BBM di Sumatera Utara. Rapat dipimpin Anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona Prasetyo, dan dilanjutkan dengan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Bahan Bakar Medan milik PT Pertamina.

Dalam sidak tersebut, Ronggur turut mendampingi Ade Jona bersama sejumlah anggota DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Binjai, serta Wakil Wali Kota Medan guna melihat langsung kondisi distribusi BBM di lapangan.

Menurut Ronggur, apabila benar 125 sopir mobil tangki dirumahkan akibat dugaan fraud, maka persoalan tersebut diduga telah berlangsung cukup lama. Ia mempertanyakan mengapa tidak dilakukan langkah mitigasi sejak awal agar tidak mengganggu distribusi BBM kepada masyarakat.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan risiko dalam sistem distribusi BBM. Karena itu, Ronggur meminta aparat penegak hukum dan pihak terkait mengusut tuntas dugaan persoalan yang terjadi di tubuh PT Pertamina maupun PT Elnusa agar penyebab terganggunya distribusi dapat diketahui secara transparan dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Ronggur juga mengingatkan bahwa terganggunya distribusi BBM telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, pengemudi angkutan umum, dan pekerja yang bergantung pada kelancaran pasokan bahan bakar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Di sisi lain, ia mengimbau seluruh pihak agar tidak memanfaatkan situasi tersebut untuk menciptakan keresahan maupun memperkeruh kondisi di tengah masyarakat. Menurutnya, penyelesaian persoalan distribusi BBM harus dilakukan secara cepat, transparan, dan bertanggung jawab.

Pada akhir pernyataannya, Ronggur menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Utara yang juga Anggota Komisi XII DPR RI, Ade Jona Prasetyo, atas langkah cepat menggelar rapat koordinasi dan melakukan inspeksi mendadak guna memastikan penyebab terganggunya distribusi BBM di Sumatera Utara.

Rdks mst (Kbr bj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!