TARUTUNG,TAPUT//Sindo7 – Ratusan supplier atau penyuplai bahan baku untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tapanuli Utara melakukan aksi unjuk rasa damai ke Kantor Bupati Taput, Rabu (15/4/2026). Massa menuntut dana milik Koperasi Produsen Multi Pihak Tumbuh Sejahtera Bersama Petani yang tersimpan di Bank Mandiri segera dicairkan.
Para supplier yang berasal dari Taput dan Kabupaten Toba mengaku pembayaran atas pasokan bahan baku untuk dapur MBG belum diterima, sehingga berdampak pada usaha dan perekonomian mereka.
Koordinator aksi, Tulus Nababan, meminta Bupati dan Kapolres Taput turun tangan membantu penyelesaian persoalan tersebut.
“Kami juga meminta supaya audit dilakukan terhadap koperasi secara terbuka dengan mengundang auditor independen yang berlisensi,” ujarnya.
Massa juga meminta Direktur Utama Bank Mandiri mengevaluasi pimpinan cabang Tarutung karena dinilai belum mencairkan dana supplier.
Sementara itu, kuasa hukum Ketua Koperasi, Hotbin Simaremare, menyebut tertundanya pencairan dana dipicu dugaan penggelapan yang berdampak pada keterlambatan pembayaran kepada supplier.
“Para supplier sudah dimohonkan agar pembayaran ditransfer ke rekening masing-masing, namun pihak Bank Mandiri Tarutung menolak mencairkan dana koperasi,” jelasnya.
Ia juga menegaskan Erikson Sianipar telah diberhentikan dari jabatan Ketua Dewan Pengawas koperasi sejak 30 Maret 2026.
Ketua Koperasi, Erni Mesalina Hutauruk, turut meminta Pemerintah Kabupaten Taput segera melakukan audit agar persoalan terbuka dan jelas.
Menanggapi situasi tersebut, Wakil Bupati Taput Denni Parlindungan Lumbantoruan bersama Kapolres Taput AKBP Ernis Sitinjak membuka dialog dengan 10 perwakilan massa di Aula Mini Kantor Bupati. Hadir pula perwakilan Bank Mandiri, Indra Sibuea.
“Kami menyadari dampak domino dari keterlambatan pembayaran ini. Mulai dari gaji buruh hingga stabilitas ekonomi lokal. Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi dialog langsung antara supplier dengan Erikson Sianipar,” ujar Wakil Bupati.
Sebagai langkah darurat, Pemkab Taput bersama pihak bank menyepakati pembekuan sementara seluruh rekening koperasi untuk menjaga aset hingga mediasi mencapai kesepakatan hukum.
Pemerintah Kabupaten Taput juga akan memfasilitasi pertemuan lanjutan antara supplier dan pihak terkait, termasuk Erikson Sianipar, pada Kamis (16/4/2026) guna mencari solusi penyelesaian persoalan tersebut.
Usai pertemuan, Hotbin Simaremare berharap seluruh supplier hadir dalam mediasi lanjutan dan dana yang menjadi hak mereka dapat segera dicairkan.
Rdks mst (kbr Sc T)







