IRAN//Liputan Sindo7 – Militer Amerika Serikat melaporkan telah melaksanakan serangan udara besar-besaran terhadap fasilitas militer strategis di Iran. Operasi ini berlangsung pada 5–6 Maret 2026, di mana pesawat pengebom siluman Northrop Grumman B-2 Spirit menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat satu ton yang dirancang untuk menembus bunker rudal balistik bawah tanah.
Bom penetrator, seperti GBU‑57A/B, memiliki kemampuan untuk menembus lapisan beton, batu, dan tanah yang sangat keras hingga kedalaman sekitar 60 meter sebelum meledak.
Laksamana Brad Cooper, Komandan United States Central Command, menegaskan bahwa serangan ini merupakan langkah defensif untuk melindungi aset-aset Amerika di Teluk dari potensi ancaman Iran. Laporan militer menyebutkan bahwa ratusan target penting, termasuk beberapa lokasi di sekitar ibu kota Tehran, telah dihantam.
Bom penetrator ini dirancang untuk menembus struktur beton dan tanah yang sangat tebal, memastikan penghancuran fasilitas rudal yang tersembunyi di bawah tanah. Tujuan dari serangan ini adalah untuk melemahkan kemampuan serangan balik Iran sekaligus memberikan sinyal peringatan kepada rezim Teheran.
Pengamat militer memperingatkan bahwa tindakan ini dapat memicu eskalasi konflik yang lebih luas. Diperkirakan bahwa Iran tidak akan tinggal diam menyaksikan serangan yang menargetkan infrastruktur strategisnya. Situasi ini menempatkan kawasan Teluk dalam keadaan ketegangan militer yang tinggi.
Sc-Tim ms7















