SUARA FLORES//Liputan Sindo7 – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ikut memikul salib dalam Festival Pawai Paskah yang di gelar Bundaran Tirosa Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (6/4/2026).
Dalam prosesi tersebut, Wapres Gibran berjalan bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang Christian Widodo, sejumlah pejabat daerah, serta tokoh agama. Kehadiran Wapres menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap semangat toleransi dan kebersamaan lintas iman di NTT.
Sebelum prosesi dimulai, Gibran menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat yang telah menunggu sejak pagi. Ia menerima selendang dari Ketua Sinode GMIT, Semuel Pandie, serta topi rajutan dari kelompok disabilitas. Wapres juga dipercaya melepas peserta pawai Paskah Sinode GMIT di Bundaran PU, Kupang.
Romo Gerardus Duka menyampaikan pesan damai dari NTT untuk Indonesia. “Pesan damai dari Nusa Terindah Toleransi. Masyarakat NTT terus merawat perdamaian, persaudaraan, dan kemanusiaan yang setara sebagaimana diajarkan setiap agama,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wapres Gibran menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi.
“Indonesia perlu menjaga toleransi. Jangan mudah terprovokasi, jangan percaya kabar bohong. Tidak ada negara yang bisa membangun bila ada perpecahan,” tegasnya.
Pawai Paskah berlangsung meriah dengan pengamanan ketat dari aparat gabungan TNI/Polri. Selain membuka pawai, agenda kunjungan kerja Wapres di Kupang juga mencakup peninjauan agrowisata dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu panitia pelaksana di lokasi menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Wapres Gibran yang turut hadir dalam acara tersebut.
“Kehadiran Bapak Wapres di Bundaran PU pagi ini adalah sejarah baru bagi kami. Pawai Paskah 2026 benar-benar membawa semangat kebangkitan, tidak hanya rohani, tapi juga ekonomi dan pariwisata NTT,” ungkap salah satu panitia pelaksana.
Rdk-Mst















